Setiap produk kosmetik, obat, maupun makanan yang beredar resmi di Indonesia memiliki penanda legalitas. Salah satu penanda yang mudah dikenali berasal dari barcode. Saat barcode dipindai menggunakan hp, akan muncul rangkaian kode tertentu. Salah satu contoh yang banyak dicari di layanan pencarian adalah hasil Barcode (90)NA18240104109. Kode tersebut berkaitan langsung dengan registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia atau BPOM.
Barcode bukan sekadar gambar garis atau kotak hitam putih. Di balik tampilan tersebut tersimpan data registrasi, identitas produk, serta informasi izin edar. Bagi konsumen, hasil pemindaian barcode memberi kepastian bahwa produk yang digunakan telah melewati pengawasan resmi.
Apa Itu Kode (90) pada Barcode BPOM
Pada sistem barcode BPOM, terdapat format khusus yang berbeda dengan barcode ritel biasa. Angka di dalam tanda kurung memiliki makna tersendiri. Kode (90) menunjukkan nomor registrasi izin edar BPOM.
Nomor registrasi BPOM pada kosmetik selalu diawali dengan huruf NA, lalu diikuti deretan angka. Pola tersebut memudahkan identifikasi produk yang telah memperoleh persetujuan edar. Ketika barcode dipindai dan menampilkan hasil Barcode (90)NA18240104109, kode tersebut langsung mengarah pada data registrasi resmi di basis data BPOM.
Penggunaan kode (90) pada barcode memudahkan pengawasan distribusi, baik oleh regulator maupun produsen. Sistem tersebut juga membantu konsumen melakukan pengecekan mandiri tanpa perlu alat khusus selain hp.
Hasil Barcode (90)NA18240104109
Hasil pemindaian Barcode (90)NA18240104109 merujuk pada produk kosmetik yang telah tercatat di BPOM. Berdasarkan data yang tersedia di layanan pengecekan BPOM, nomor NA18240104109 terdaftar untuk produk BMG Night Brightening Lotion.
Informasi utama yang berkaitan dengan kode tersebut meliputi:
Nama produk: BMG Night Brightening Lotion
Kategori: Kosmetika
Nomor registrasi BPOM: NA18240104109
Status izin edar: Terdaftar dan memiliki izin edar aktif
Nomor NA pada kosmetik menandakan bahwa produk telah melewati penilaian keamanan bahan, klaim manfaat, serta kelengkapan administrasi. Dengan demikian, hasil Barcode (90)NA18240104109 bukan sekadar angka, melainkan identitas legal produk di pasar Indonesia.
Cara Mengecek Hasil Barcode (90)NA18240104109 Resmi
Pengecekan barcode BPOM dapat dilakukan melalui layanan resmi pemerintah maupun situs pendukung. Cara pengecekan cukup mudah dan dapat dilakukan menggunakan hp. Berikut tahapan pengecekan yang dapat diterapkan:
Pindai barcode pada kemasan
Gunakan kamera hp atau aplikasi pemindai QR/2D barcode. Hasil pemindaian akan menampilkan kode seperti (90)NA18240104109.Buka layanan pengecekan BPOM
Akses situs resmi BPOM di cekbpom.pom.go.id atau layanan pendukung seperti bpominfo.com yang menyajikan ringkasan data publik BPOM.Masukkan nomor registrasi
Ketik NA18240104109 pada kolom pencarian.Cocokkan data
Periksa kesesuaian nama produk, kategori, serta status izin edar dengan informasi pada kemasan.
Cara tersebut membantu memastikan bahwa produk yang digunakan sesuai dengan data resmi. Apabila data tidak ditemukan atau tidak sesuai, konsumen dapat lebih waspada sebelum menggunakan produk terkait.
Regulasi BPOM Terkait Barcode dan Label Produk
BPOM menerapkan kebijakan penggunaan barcode dua dimensi pada produk tertentu, terutama obat dan makanan olahan. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan sistem pelacakan serta mencegah peredaran produk ilegal.
Untuk kosmetik, nomor registrasi NA tetap menjadi identitas utama. Barcode pada kemasan berfungsi sebagai media penyimpan data yang memudahkan pengecekan. Melalui kebijakan tersebut, setiap produk yang beredar dapat ditelusuri asal-usulnya, termasuk produsen dan masa berlaku izin.
Dengan adanya regulasi tersebut, hasil Barcode (90)NA18240104109 memiliki dasar hukum yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Manfaat Memindai Barcode BPOM bagi Konsumen
Pemindaian barcode BPOM memberi banyak keuntungan bagi pengguna produk kosmetik. Beberapa manfaat utama antara lain:
Validasi legalitas produk
Barcode memastikan produk telah terdaftar di BPOM.Akses informasi cepat
Nomor registrasi dapat langsung dicocokkan melalui layanan online.Perlindungan konsumen
Produk ilegal atau tanpa izin edar dapat dikenali lebih awal.Transparansi informasi
Data produk dapat diakses secara terbuka tanpa perantara.
Melalui pemindaian barcode, konsumen tidak perlu mengandalkan klaim sepihak pada kemasan. Data resmi menjadi rujukan utama sebelum penggunaan.
Perbedaan Barcode BPOM dan Barcode Ritel
Barcode BPOM memiliki fungsi yang berbeda dibanding barcode ritel seperti EAN atau UPC. Barcode ritel umumnya digunakan untuk keperluan distribusi dan penjualan, misalnya pencatatan stok dan harga di kasir.
Sementara itu, barcode BPOM memuat data regulasi. Fokus utamanya bukan transaksi, melainkan pengawasan keamanan produk. Oleh sebab itu, hasil Barcode (90)NA18240104109 tidak berkaitan dengan harga, melainkan status izin edar.
Perbedaan fungsi tersebut membuat barcode BPOM memiliki peran strategis dalam sistem pengawasan nasional.
Agar tidak salah tafsir, berikut panduan membaca nomor registrasi kosmetik BPOM:
NA: kode kosmetik impor atau lokal tertentu
Dua digit awal: tahun pendaftaran
Deretan angka berikutnya: nomor urut registrasi
Dengan pola tersebut, nomor NA18240104109 menunjukkan bahwa produk telah tercatat sesuai sistem BPOM. Pengetahuan mengenai pola kode membantu konsumen lebih teliti saat melihat hasil pemindaian barcode.
Hasil Barcode (90)NA18240104109 menandakan bahwa produk dengan nomor registrasi NA18240104109 telah tercatat secara resmi di BPOM. Barcode berfungsi sebagai penghubung cepat antara kemasan fisik dan data legal di basis data pemerintah.
Melalui pemindaian barcode dan pengecekan di layanan resmi, konsumen dapat memastikan keamanan serta legalitas produk sebelum digunakan. Cara tersebut memberi perlindungan tambahan dari peredaran produk tanpa izin edar.